Polimorfisme

Category : 2

Setelah mengetahui konsep override, mungkin sebagian dari Anda ada yang bertanya, “Apa sebenarnya kegunaan dari proses override?” Jawabannya sederhana.
Proses Override dibentuk agar Java dapat mendukung konsep polimorfisme.
Polimorfisme adalah kemampuan suatu objek untuk mengungkapkan banyak hal melalui satu cara yang sama. Polimorfisme mengizinkan kelas induk untuk mendefinisikan sebuah method general (bersifat umum) untuk semua kelas turunanya, dan selanjutnya kelas-kelas turunan dapat memperbaharui implementasi dari method tersebut secara lebih spesifik sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.

Contoh listing program :

Penggunaan This dan Override (materi)

Category : 0

Override

Pada saat kita mendefinisikan suatu method di dalam kelas turunan yang nama dan daftar parameternya sama persis seperti yang terdapat pada kelas induk, maka dikatakan kita telah melakukan override method yang tersimpan dalam kelas induk. Apabila kita melakukan pemanggilan method yang telah di-override melalui objek dari kelas turunan, maka yang akan dieksekusi adalah method yang terdapat pada kelas turunan, bukan yang terdapat kelas induk. Dengan kata lain, apabila kita melakukan override terhadap kelas induk, maka di dalam kelas turunan, method pada kelas induk akan disembunyikan keberadaannya (tidak tampak, tapi ada).
Untuk listing programnya bisa dilihat di sini.

Penggunaan This dan Override (program)

Category : 0

Contoh listing Override

Untuk materi, bisa dilihat di sini

class A {
private int a;

public void setA (int nilai) {
a = nilai;
}

public int getA( ){
return a;
}

public void tampilkanNilai ( ) {
System.out.println(“Nilai a : “ + getA( ) );
}
}

class B extends A {
private int b;

public void setB (int nilai) {
b = nilai;
}

public int getB( ){
return b;
}

//melakukan override terhadap method tampilNilai( )
public void tampilkanNilai ( ) {
System.out.println(“Nilai b : “ + getB( ) );
}
}

class DemoOverride {
public static void main (String [ ] args){

B obj = new B( );

obj.setA( 100 );
obj.setB( 200 );

//akan memanggil method yang terdapat pada kelas B
obj.tampilkanNilai( );
}

}

Untuk memunculkan / menampakkan nilai A, maka perlu penambahan kata kunci super.
class A {
private int a;

public void setA (int nilai) {
a = nilai;
}

public int getA( ){
return a;
}

public void tampilkanNilai ( ) {
System.out.println(“Nilai a : “ + getA( ) );
}
}

class B extends A {
private int b;

public void setB (int nilai) {
b = nilai;
}

public int getB( ){
return b;
}

//melakukan override terhadap method tampilNilai( )
public void tampilkanNilai ( ) {
super.tampilkanNilai( ); //memanggil method dalam kelas A
System.out.println(“Nilai b : “ + getB( ) );
}
}

class DemoOverride {
public static void main (String [ ] args){

B obj = new B( );

obj.setA( 100 );
obj.setB( 200 );

//akan memanggil method yang terdapat pada kelas B
obj.tampilNilai( );
}
}

Powered by Blogger.